JAKARTA, Cobisnis.com - Inggris melakukan pencegatan terhadap kapal tanker minyak SMYRTOS di Selat Inggris dalam operasi gabungan yang berlangsung selama enam jam. Kapal tersebut diduga merupakan bagian dari armada bayangan Rusia yang selama ini digunakan untuk mengangkut minyak di tengah sanksi Barat.
Operasi dipimpin Komando Marinir Kerajaan Inggris bersama Badan Kejahatan Nasional. Sejumlah aset militer turut dikerahkan, termasuk helikopter Chinook dan fregat HMS Sutherland.
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut ini sebagai operasi pertama yang dipimpin langsung oleh Inggris untuk menghentikan kapal yang terkait dengan armada bayangan Rusia. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperketat penegakan sanksi terhadap Moskow.
Armada bayangan Rusia dikenal sebagai jaringan kapal tanker dengan struktur kepemilikan yang sulit dilacak. Kapal-kapal tersebut diduga digunakan untuk menjaga ekspor minyak Rusia tetap berjalan meski berbagai pembatasan internasional telah diberlakukan sejak 2022.
Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis mengatakan pencegatan ini bertujuan mengurangi sumber pendapatan yang mendukung operasi militer Rusia di Ukraina. Menurutnya, tindakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan Eropa.
Inggris mengonfirmasi operasi dilakukan dengan koordinasi bersama Prancis. Kerja sama itu menunjukkan meningkatnya komitmen negara-negara Eropa dalam mengawasi aktivitas pelayaran yang diduga terkait penghindaran sanksi.
Saat ini kapal SMYRTOS telah dipindahkan ke area berlabuh di lepas pantai selatan Inggris untuk menjalani pemantauan lebih lanjut. Otoritas terkait masih melakukan proses pemeriksaan terhadap kapal dan muatannya.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia. Sementara Ukraina menyambut positif langkah tersebut dan menilai tindakan tegas terhadap armada bayangan dapat mempersempit sumber pendanaan perang Moskow.