Korsel Siapkan Bebas Visa untuk Turis Indonesia Tahun 2026

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Feb 2026, 16:37 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan Indonesia sebagai bagian dari target ambisius menarik 30 juta turis asing pada 2030.

Kebijakan ini akan diterapkan dalam tahap uji coba atau pilot project. Pada fase awal, wisatawan Indonesia yang bepergian dalam grup minimal tiga orang dapat masuk tanpa visa.

Program tersebut diproyeksikan mulai berlaku pada 2026. Jika berjalan lancar, skema ini berpotensi diperluas dan menjadi kebijakan permanen.

Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif Seoul untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang pasarnya terus tumbuh.

Dengan bebas visa, wisatawan Indonesia bisa menghemat biaya pengurusan visa yang selama ini menjadi salah satu pertimbangan sebelum bepergian ke Korea Selatan.

Destinasi populer seperti Seoul, Busan, dan Jeju diperkirakan akan menjadi tujuan utama turis RI.

Korea Selatan memang tengah mengejar angka 30 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2030. Target ini berkaitan langsung dengan pemulihan sektor pariwisata dan penguatan ekonomi domestik.

Bagi Indonesia, kebijakan ini bukan sekadar soal liburan. Hubungan people-to-people contact antara kedua negara diperkirakan semakin erat, termasuk dalam sektor kreatif, pendidikan, dan industri hiburan.

Tren gelombang budaya Korea atau Korean Wave juga menjadi faktor pendorong. Minat masyarakat Indonesia terhadap K-pop, drama Korea, hingga kuliner negeri ginseng terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Jika implementasinya efektif, arus perjalanan dua arah bisa meningkat signifikan. Maskapai, agen perjalanan, hingga pelaku UMKM pariwisata diprediksi ikut merasakan dampaknya.

Meski begitu, detail teknis seperti durasi tinggal dan mekanisme pengawasan masih akan dibahas lebih lanjut sebelum kebijakan resmi diberlakukan.

Rencana bebas visa ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dipandang sebagai pasar strategis dalam peta pariwisata global Korea Selatan.