MUI Soroti Perbedaan 1 Ramadan 1447 H, Anwar Abbas Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Oleh Desti Dwi Natasya pada 18 Feb 2026, 16:31 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah kembali terjadi di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengingatkan umat Islam untuk menyikapinya dengan bijak dan penuh toleransi.

Menurut Anwar, perbedaan pendapat bukanlah hal baru dalam tradisi keilmuan Islam. Ia mencontohkan bagaimana empat imam mazhab besar memiliki pandangan yang berbeda dalam berbagai persoalan fikih, namun tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati.

“Salah satu hal yang patut kita teladani adalah sikap toleran para imam tersebut. Mereka tidak memaksakan pendapat dan tetap mengutamakan ukhuwah islamiyah,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan, para ulama terdahulu memandang perbedaan sebagai rahmat, bukan sumber perpecahan. Karena itu, perbedaan tidak dijadikan alasan untuk menyalahkan atau memvonis pihak lain.

Sebagai contoh, Anwar menyebut kisah Imam Syafi'i yang terbiasa membaca qunut saat salat Subuh. Namun ketika berziarah ke makam Imam Abu Hanifah di Baghdad, Imam Syafi’i tidak membaca qunut sebagai bentuk penghormatan terhadap pendapat tuan rumah.

Kisah lain datang dari Imam Ahmad bin Hanbal, yang meskipun kerap berbeda pandangan dengan Imam Syafi’i dalam masalah fikih, tetap mendoakannya dalam salat selama puluhan tahun.

Bagi Anwar Abbas, teladan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan ijtihad tidak seharusnya merusak persaudaraan. Umat Islam, lanjutnya, perlu mengedepankan sikap saling menghargai demi menjaga persatuan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan di tengah perbedaan awal Ramadan tahun ini, sehingga ukhuwah islamiyah dan persatuan umat tetap terpelihara.