Sinabung Naik Status Siaga, 2.451 Warga Dua Desa Dievakuasi

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 01 Sep 2026, 09:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026. Erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu mencapai 3.500 meter di atas puncak.

Erupsi tersebut menjadi yang pertama sejak Gunung Sinabung terakhir kali meletus pada 2022. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah timur dan tenggara.

Pascaerupsi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga. Peningkatan status berlaku mulai pukul 12.30 WIB pada hari yang sama.

BPBD Sumatera Utara kemudian menyiapkan evakuasi warga yang tinggal di kawasan dekat Gunung Sinabung. Dua desa yang akan dikosongkan yakni Desa Payung dan Desa Kuta Tengah.

Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, Desa Payung memiliki 2.051 jiwa yang akan dipindahkan ke Desa Batukarang. Sementara 400 warga Desa Kuta Tengah akan dievakuasi ke Desa Sukatepu.

Dengan demikian, total 2.451 warga dari dua desa tersebut akan dievakuasi sebagai langkah antisipasi. Pemerintah belum memastikan berapa lama warga akan berada di lokasi pengungsian.

BPBD Provinsi Sumatera Utara telah membawa tenda untuk kebutuhan tempat tinggal sementara. Penempatan warga nantinya akan menyesuaikan arahan BPBD Kabupaten Karo dan perkembangan kondisi Gunung Sinabung.

Proses evakuasi juga akan melibatkan TNI dan Polri melalui tim reaksi cepat multisektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemindahan warga dari wilayah berisiko berjalan aman.

BNPB menyebut erupsi yang terjadi merupakan erupsi awal dan masih terdapat potensi aktivitas yang lebih besar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG.

Sebelum erupsi terjadi, alat pemantauan mencatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan dan satu kali tremor harmonik. Warga yang tinggal di sekitar sungai berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar.