JAKARTA, Cobisnis.com - The Bimasena kembali menggelar Energy Leaders’ Talk dengan tema “Memperkuat Kerangka Kebijakan untuk Ketahanan Energi” di Jakarta, Kamis (18/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri, akademisi, serta pemangku kepentingan sektor energi untuk bertukar pandangan mengenai peluang dan tantangan yang membentuk masa depan energi Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia Satya W. Yudha hadir sebagai pembicara, dengan Bimasena Energy Fellow Doty Damayanti sebagai moderator.
Pembahasan berfokus pada pentingnya memperkuat kerangka kebijakan yang dapat mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan, dan ketangguhan jangka panjang di tengah perubahan lanskap energi global.
Forum ini juga menjadi ruang bagi pemangku kepentingan lintas industri untuk berdialog mengenai upaya memastikan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.
Melalui diskusi tersebut, The Bimasena mendorong pertukaran pandangan yang dapat memperkaya pertimbangan kebijakan serta mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi dalam membentuk masa depan energi Indonesia.
Kegiatan Energy Leaders’ Talk kali ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan pemikiran Prof. Dr. Subroto yang dikenal memiliki kontribusi panjang di sektor energi Indonesia.
Prof. Subroto merupakan ekonom dan akademisi yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia pada 1978–1988. Setelah itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal OPEC pada 1988–1994.
Sepanjang kariernya, Prof. Subroto dikenal memperjuangkan penyusunan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan, kolaborasi, serta wawasan. Nilai-nilai tersebut hingga kini menjadi bagian dari The Bimasena.
Managing & Culinary Director The Bimasena, Adriel M. Simorangkir, mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan visi yang dibangun oleh Prof. Subroto.
“Bimasena didirikan atas keyakinan bahwa kemajuan yang bermakna dapat tercapai dengan mempertemukan berbagai perspektif,” ujar Adriel.
“Energi tetap menjadi salah satu isu krusial dalam pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, dialog yang terbuka dan mendalam menjadi semakin penting. Melalui Energy Leaders’ Talk yang istimewa ini, kami ingin mengenang warisan Prof. Dr. Subroto di hari kelahirannya, sekaligus melanjutkan visi beliau dalam menghadirkan sebuah wadah bagi para pemimpin, pakar, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan serta berkontribusi dalam percakapan yang relevan dan bermakna bagi masa depan bangsa.”
The Bimasena didirikan pada 1997 sebagai klub privat dan pusat jejaring bagi para profesional di bidang energi dan pertambangan.
Hampir tiga dekade berdiri, The Bimasena terus mempertahankan perannya sebagai ruang pertemuan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk bertukar pengetahuan serta membangun jejaring.
Melalui Energy Leaders’ Talk, The Bimasena kembali menegaskan perannya sebagai wadah dialog lintas sektor dalam membahas isu energi yang berkaitan dengan pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.