JAKARTA, Cobisnis.com - BPBD Kulon Progo resmi membatasi layanan evakuasi sarang tawon akibat keterbatasan anggaran dan meningkatnya biaya operasional. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari langkah efisiensi agar layanan tetap berjalan hingga akhir tahun.
Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto, mengatakan penanganan sarang tawon yang sebelumnya dapat dilakukan hampir setiap hari kini hanya dijadwalkan dua kali dalam sepekan.
Saat ini BPBD Kulon Progo mengoperasikan tiga armada, terdiri dari satu mobil tangki dan dua unit pikap. Penggunaan bahan bakar menjadi perhatian utama agar operasional kebencanaan dan penyelamatan tetap dapat berjalan optimal.
Untuk menghemat BBM, petugas kini mengelompokkan laporan sarang tawon berdasarkan wilayah. Beberapa lokasi akan ditangani dalam satu perjalanan sehingga penggunaan kendaraan menjadi lebih efisien.
Langkah serupa juga diterapkan pada layanan evakuasi ular yang kerap dilaporkan warga. Ke depan, petugas akan lebih banyak menggunakan sepeda motor untuk menjangkau lokasi dibandingkan mobil operasional.
Meski melakukan efisiensi, BPBD memastikan layanan yang berkaitan dengan keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas. Penanganan kebakaran maupun evakuasi ular yang membahayakan warga akan tetap dilakukan secepat mungkin.
Selain layanan lapangan, kegiatan edukasi ke markas pemadam kebakaran juga dibatasi menjadi sekitar dua kali dalam seminggu. Namun, BPBD Kulon Progo menegaskan pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya penanganan kebakaran, tetap berjalan normal hingga akhir tahun.