Kasus ISPA di Natuna Naik, Terdampak Asap Karhutla

Oleh Hidayat Taufik pada 03 Sep 2026, 15:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terjadi di tengah masuknya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Kalimantan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Imam Syafari menyebut terdapat 251 kasus ISPA yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Imam, peningkatan kasus terlihat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan puskesmas di wilayah Natuna.

"Menurut unit fasilitas pelayanan kesehatan dan per Puskesmas ada beberapa terjadi peningkatan," kata Imam, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (3/9/26).

Terkait kemungkinan adanya pelajar yang mengalami ISPA akibat paparan asap karhutla, Imam mengatakan pihaknya masih belum dapat memberikan data secara spesifik.

Dinas Kesehatan Natuna masih melakukan pendataan dan pemeriksaan di masing-masing wilayah kerja puskesmas untuk mengetahui perkembangan kasus secara lebih terperinci.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, jumlah kasus ISPA pada pekan ke-33 hingga ke-34 sempat mengalami penurunan. Angkanya turun dari 251 kasus menjadi 225 kasus.

Meski demikian, beberapa wilayah justru menunjukkan adanya kenaikan kasus. Karena itu, Dinas Kesehatan masih mengumpulkan data terbaru dari seluruh puskesmas.

"Kita mau tarik data dulu per wilayah puskesmas ya," ujarnya.

Adapun peningkatan kasus ISPA tercatat di sejumlah puskesmas sebagai berikut:

1. Puskesmas Kelarik: 9 kasus menjadi 17 kasus.

2. Puskesmas Pulau Tiga: 2 kasus menjadi 6 kasus.

3. Puskesmas Tanjung: 10 kasus menjadi 11 kasus.

4. Puskesmas Bunguran Tengah: 23 kasus menjadi 30 kasus.

5. Puskesmas Bunguran Selatan: 26 kasus menjadi 30 kasus.

6. Puskesmas Serasan: 20 kasus menjadi 23 kasus.

7. Puskesmas Suak Midai: dari sebelumnya nihil menjadi 4 kasus.

Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian karena asap karhutla dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan masyarakat.

Dinas Kesehatan Natuna masih memantau perkembangan kasus di setiap wilayah untuk mengetahui dampak paparan asap karhutla terhadap kesehatan warga.